Lubuk Linggau.SP. H Toyen Rakembang prihatin dengan kondisi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Provinsi Sumatra Selatan. Pasalnya menurut anggota DPRD Provinsi Sumatra Selatan ini akibat dari kebijakan Sekolah Menengah Atas diambil alih oleh provinsi banyak sekolah disinyalir kurang mendapatkan perhatian khususnya di bidang pendidikan. Jumat (13/02/2025)
Dari hasil pantauan saya, Sekolah Menengah di Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara rata-rata dalam kondisi baik walaupun kondisinya tidak merata.
” Untuk sekolah SMA di Lubuk Linggau kondisinya lumayan cukup baik namun berbeda dengan kondisi SMA yang ada di Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara masih sangat membutuhkan perhatian,” ujar anggota DPRD provinsi Dapil IV ini.
Toyeb Rakembang kembali menyatakan bahwa pola pengelolaan yang diambil oleh provinsi ini menjadikan SMA yang ada di daerah mengalami degradasi pendidikan karena terlalu jauhnya akses untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.
” Sekolah SMA yang ada di Dapil IV membutuhkan waktu yang lumayan jauh untuk berkoordinasi sehingga terkesan tidak efektif, selain itu saya mempertanyakan apakah sumber daya manusia provinsi mampu mengelola SMA se-Sumatera Selatan,” ujarnya.
Untuk itu kata Toyeb Rakembang, solusi yang ia tawarkan nanti adalah membawa persoalan ini di tingkat paripurna. Ia juga berharap kedepannya pengelolaan SMA bisa dilakukan oleh pemerintah kota atau kabupaten agar lebih efektif dan efisien.
” Kenapa titik reses ini diletakkan di SMA 5 agar saya lebih mengerti dan mengetahui apa persolan yang sebenarnya di SMA baik di bidang infrastruktur maupun administrasinya,” tandas anggota Komisi 1 DPRD provinsi Sumatera Selatan ini. (Epran)













